Bahasa Jepang Maaf: Menjelajah Arti Kata dan Penggunaannya

bahasa jepang maaf

Dalam keseharian, manusia tidak luput dari kesalahan sehingga kata maaf menjadi sesuatu yang wajib dilakukan. Begitu juga di Jepang dimana masyarakatnya sangat menjunjung tinggi kesopanan.

kata maaf ini sangat sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari di Jepang, jadi wajib bagi kamu mengetahui artinya.

Sudahkah kamu tahu apa Bahasa Jepang maaf? Di Jepang, terdapat beberapa ucapan untuk menyampaikan permintaan maaf mulai yang formal hingga semi formal. Yuk, simak pembahasannya di sini:

Apa bahasa Jepang maaf?

Mengucapkan maaf adalah hal yang sangat lumrah dan bahkan bisa terjadi setiap hari. Baik kesalahan kecil, besar, sengaja maupun tidak, kata maaf wajib dibudayakan dan dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Apa kamu tahu bahwa terdapat lima jenis bentuk bahasa Jepang maaf? Apa hal yang membedakannya? Selengkapnya dapat disimak di sini:

Gomennasai artinya minta maaf. Ini merupakan kata yang paling utama dan banyak digunakan dalam kehidupan bermasyarakat. Terutama bila permintaan maafnya ditujukan untuk orang lain yang memiliki hubungan dekat contohnya keluarga atau teman. Ucapan ini bersifat informal, namun tidak mengurangi maknanya dan merupakan penyampaian yang sopan.

Kata ini merupakan kependekan dari gomennasai. Sama halnya dengan gomennasai, gomen juga termasuk Bahasa Jepang maaf. Ucapan ini tergolong lebih informal dibandingkan gomennasai, dan lebih cocok digunakan pada orang yang hubungannya sangat dekat, contohnya sahabat.

Kata “Maaf” Lain Dalam Bahasa Jepang

Selain Gomennasai atau Gomen, ada sumimasen, bentuk pengucapan kata maaf yang lebih umum dan sopan digunakan. Kata ini dapat diucapkan pada banyak orang secara umum, namun sebaiknya tidak dilakukan pada orang yang lebih dihormati contohnya tamu, klien, kakek nenek, dan lainnya.

Bentuk informal dari sumi-masen adalah sui-masen. Hati-hati ya, ungkapan ini tidak dapat kamu gunakan untuk pada orang seperti tamu, klien, atau yang memiliki posisi tinggi misalnya atasan dan guru. Sui-masen juga bisa bermakna terimakasih secara informal.

Bahasa Jepang maaf berikutnya adalah shitsurei. Kata ini bermakna permisi, sehingga sering diucapkan untuk orang lain yang tidak begitu kenal maupun orang asing. Bentuk lain dari shitsurei adalah shikekei. Artinya masih sama, yaitu permisi. Namun kata ini lebih jarang dikatakan anak muda.

Shitsurei juga dapat disebutkan untuk memohon izin atas sesuatu, yakni “shitsurei shimasu”. Contohnya meminta izin pulang lebih awal saat berada di sebuah acara atau tempat kerja. Secara sederhana, shitsurei menggambarkan kesan lebih formal sehingga bisa digunakan untuk siapa saja.

Moushiwake gozaimasaen adalah permohonan maaf paling sopan dibandingkan kaa lainnya yang telah dibahas. Kata ini bisa digunakan kepada orang yang ditinggikan contohnya pembicara, klien, kepala sekolah, dan lain-lain. Maknanya sama, yaitu menyampaikan permohonan maaf.

BACA JUGA: Memahami Makna Bahasa Jepang Baik: Kata-Kata dan Konteks

Contoh Kalimat Menggunakan Kata Maaf

Setelah tahu lima jenis kata maaf, kamu juga perlu belajar menggunakannya dalam dialog sehari-hari. Agar bisa lebih memahami, berikut kami berikan beberapa contoh penggunaan bahasa Jepang maaf dalam kalimat:

Gomennasai, Ashita wa ie de benkyoo shimasu.
(Maaf, saya besok harus belajar di rumah)
Gomennasai, shirimasen.
(Maaf ya, saya tidak tahu)
Gomen, chotto yooji ga.
(Maaf, masih ada sedikit urusan)
Shigoto ga mada, gomen.
(Maaf, pekerjaannya masih belum selesai)
Sumi-masen, okure mashita.
(Minta maaf atas keterlambatan saya)
Doomo sui-masen.
(Terimakasih)
Sui-masen. Moo onaka ga ippai desu.
(Maaf ya, saya sudah merasa kenyang)
Mou osoi kara shitsurei shimasu.
(Maaf, saya permisi pulang lebih dulu karena sudah malam)
Oishogashii tokoro shitsurei shimasu.
(Permisi sudah mengganggu pada waktu sibuk Anda)
Mooshiwake gozaimasen. Urikire mashita.
(Mohon maaf, semua telah terjual habis)
Meeru o ayamatte sooshin shite shimaimashita. Mooshiwake gozaimasen. (Saya keliru mengirim email. Mohon maaf)
Sumimasen, kyō wa o ai dekimasen
(Maaf, hari ini aku tidak bisa menemuimu)
Hontōni gomennasai, ikanakereba narimasen.
(Mohon maaf yang sebesarnya, aku harus pergi)

Bagaimana, sekarang kamu sudah lebih memahami tentang Bahasa Jepang maaf beserta penggunaannya, bukan?

Hal ini penting sehingga kamu bisa menyampaikan permintaan maaf yang benar sehingga hubungan baik dapat terus berjalan. Tentunya juga disertai kesadaran dan kemauan untuk memperbaiki sikap di masa mendatang.

Tinggalkan komentar